Jannus TH Siahaan
Doktor Sosiologi

Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Peneliti di Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM). Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan.

Pandemik, Pariwisata, dan Keramba Jaring Apung di Danau Toba

Kompas.com - 10/01/2022, 07:24 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pandemik memberi banyak pelajaran pada kita, terutama jika dikaitkan dengan sektor pariwisata yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Pandemik membuat sektor pariwisata mendadak redup karena pemerintah harus memberikan prioritas pada kebijakan-kebijakan yang berlawanan dengan logika pariwisata.

Atas nama protokol kesehatan dan pembatasan angka infeksi virus Covid 19, mobilitas masyarakat harus dibatasi sedemikian rupa.

Sementara itu, sektor pariwisata sangat bergantung pada kebijakan pro-mobilitas.

Untuk itu, pemerintah sejatinya juga harus mulai belajar banyak dari bencana pandemik ini, terutama keterkaitannya dengan ambisi pariwisata pemerintah di kawasan Danau Toba.

Pandemik memberikan pesan secara jelas bahwa sektor pariwisata, dengan segala kemilau ekonominya, juga memiliki kelemahan yang justru sangat merugikan jika tidak dipahami dengan benar.

Sektor pariwisata sangat bergantung pada waktu (season) dan mobilitas masyarakat, baik secara lokal, nasional, maupun global.

Artinya, sektor pariwisata yang sangat ditentukan oleh tingkat kunjungan wisatawan bisa mendadak mati suri karena pembatasan pergerakan manusia yang diterapkan pemerintah atau keputusan otonom masyarakat sendiri.

Sementara, di sisi lain proses ekonomi peternakan ikan Tilapia dan proses pengolahannya menjadi komoditas ekspor tetap bisa berjalan di saat pandemik.

Masyarakat pelaku usaha Keramba Jaring Apung (KJA) tetap bisa beraktifitas seperti sedia kala, meskipun nyaris tidak ada kunjungan wisata berarti di Danau Toba selama dua tahun masa pandemik.

Produksi dan industri olahannya tetap berjalan dengan baik, begitu pula dengan aktifitas ekspornya.

Oleh karena itu, tak salah kiranya pernyataan Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Rokhmin Dahuri, bahwa kebijakan menggantikan usaha perikanan Tilapia (KJA) dengan pariwisata adalah kebijakan yang kurang beralasan secara ekonomi.

Pasalnya, usaha KJA di Danau Toba adalah sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Menghentikan sektor usaha perikanan di Danau Toba sama dengan menghentikan eksistensi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan kata lain, kebijakan pariwisata dari pemerintah di Danau Toba akan sangat tidak rasional secara ekonomi jika berlandaskan pada asumsi bahwa sektor perikanan (KJA) harus dipinggirkan.

Apalagi jika ditilik dari sisi fiskal, hampir semua Pemda di sekitar Danau Toba memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbilang rendah.

Artinya, meminggirkan sektor perikanan atau usaha KJA di Danau Toba, langsung atau tidak langsung, tentu akan mengurangi sumber pendapatan asli daerah atau menutup kran fiskal untuk daerah dari sektor perikanan Tilapia.

Jadi bukan saja masyarakat yang akan kehilangan sumber penghidupan, pemerintah daerah pun akan kehilangan sumber pendapatan.

Dan kini setelah pandemik berlangsung dua tahun, semuanya menjadi jelas bahwa sektor pariwisata yang digadang-gadang oleh pemerintah sebagai sektor masa depan di Danau Toba justru terdisrupsi sedemikian rupa.

Sementara sektor peternakan dan pengolahan ikan Tilapia yang dijadikan sektor "tertuduh" selama ini tetap bisa berjalan dengan baik dan tetap memberikan kontribusi baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat setempat.

Bahkan lebih dari itu, sektor perikanan di Danau Toba tidak saja sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, tapi juga sebagai salah satu solusi penting pengentasan kemiskinan di daerah yang belum mampu dibuktikan oleh sektor lain selama ini di Danau Toba.

Hal tersebut sangat bisa dipahami mengingat volume ekonomi sektor perikanan di Danau Toba tidak kecil.

Data mutakhir menunjukkan bahwa perputaran ekonomi budidaya perikanan, khususnya ikan Nila/tilapia dapat mencapai hingga Rp 5 triliun per tahun.

Data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Sumatera Utara pada tahun 2020 menunjukkan, produksi ikan nila di Danau Toba adalah sebesar 80.941 ton.

Sementara itu, ekspor ikan nila dari Danau Toba juga memberi kontribusi sebesar 21 persen untuk Produk Domestik Regional Bruto di wilayah Danau Toba alias jauh lebih besar dari sumbangan sektor lain.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) 2021, volume ekspor ikan nila pada 2020 mencapai 12,29 ribu ton dengan nilai ekspor Rp 3,5 triliun.

Penyumbang ekspor tilapia terbesar adalah Sumatera Utara, yakni sekitar 95 persen.

Pun tak lupa data GPMT Sumatera Utara 2020 juga menunjukkan bahwa usaha KJA di Danau Toba menyerap tenaga kerja lebih dari 12.300 orang.

Tenaga kerja terserap di semua lini usaha perikanan KJA, mulai dari sektor hulu hingga hilir, seperti pabrik pakan, hatchery, pembesaran ikan, bersama pengolahan ikan nila, pabrik es, cold storage, hingga packaging.

Masih menurut data GMPT, jumlah tenaga kerja tersebut justru belum memasukkan kategori tenaga kerja yang terserap oleh sektor paralel seperti rumah makan, hotel, distribusi, dan jasa terkait lainnya.

Angka-angka tersebut bukan sekadar data statistik yang menggambarkan aktifitas ekonomi sektor peternakan ikan di Danau Toba.

Angka-angka itu juga menggambarkan betapa signifikannya usaha KJA bagi peningkatan kesejahteraan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat di satu sisi dan daya dorongnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan di sisi lain.

Secara faktual, angka seperti itu belum mampu ditunjukkan oleh sektor pariwisata selama ini di Danau Toba.

Dengan kata lain, usaha KJA pada khususnya dan sektor perikanan di Danau Toba pada umumnya semestinya diperlakukan secara baik, bahkan secara khusus, mengingat peran besarnya di berbagai sisi, mulai dari fiskal, tenaga kerja, PDRB, dan ekspor.

Sangat gegabah kiranya jika pemerintah berpaling begitu saja dari data-data faktual di atas hanya karena ingin dianggap sebagai pahlawan di sektor yang lain.

Pemerintah harus belajar banyak dari dua tahun masa pandemik ini. Sektor pariwisata memang mempunyai tempat khusus di Danau Toba mengingat keindahan dan keunikan alam dan budaya yang dimiliki oleh Danau Toba

Namun, pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus mulai memahami sektor pariwisata bukanlah sektor yang sempurna untuk menggantikan sektor perikanan dan KJA di Danau Toba.

Sektor perikanan dan sektor pariwisata semestinya tidak diposisikan secara berlawanan, tapi justru saling melengkapi.

Artinya, sektor pariwisata semestinya dihadirkan dalam paradigma komplementer terhadap sektor perikanan di Danau Toba, yakni untuk menambah daya gedor untuk meningkatkan kontribusi fiskal, kontribusi pada PDRB, kontribusi penyerapan tenaga kerja, kontribusi ekspor, dan kontribusi dalam mengentaskan kemiskinan di daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Medan
Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Medan
Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.