Kompas.com - 12/01/2022, 21:41 WIB
Pengunjung menyaksikan kedahsyatan bencana gempa dan tsunami Aceh dalam frame foto yang merupakan hasil karya jurnalis foto Banda Aceh yang dipamerkan di Museu Kapal Diatas Rumah, di Desa Lampulo Banda Aceh, Sabtu (25/12/2021). Pameran ini digelar pda peringatan 17 tahun Aceh Pasca Bencana Gempa dan Tsunami 26 Desember 2021.***** KOMPAS.COM/DASPRIANI Y. ZAMZAMIPengunjung menyaksikan kedahsyatan bencana gempa dan tsunami Aceh dalam frame foto yang merupakan hasil karya jurnalis foto Banda Aceh yang dipamerkan di Museu Kapal Diatas Rumah, di Desa Lampulo Banda Aceh, Sabtu (25/12/2021). Pameran ini digelar pda peringatan 17 tahun Aceh Pasca Bencana Gempa dan Tsunami 26 Desember 2021.*****

KOMPAS.com - Peristiwa tsunami Aceh menjadi salah satu sejarah bencana alam terburuk yang pernah terjadi di Indonesia.

Memakan ratusan ribu korban jiwa, tsunami Aceh menjadi titik balik penanganan mitigasi bencana nasional di wilayah pesisir.

Baca juga: Mengenang Tsunami Aceh 17 Tahun Lalu dan Upaya Mitigasi Bencana Serupa

Sejarah tsunami Aceh masih dipelajari hingga kini, dan berikut adalah ulasannya.

Baca juga: Kenangan Azwar Abubakar saat Tsunami Aceh: Kehilangan Anak hingga Dihantui Rasa Bersalah

Kronologi Kejadian Tsunami Aceh

Melansir dari laman Tribun Manado, tsunami Aceh terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004.

Sekitar pukul 7.50 WIB kawasan Aceh bagian barat dan sekitarnya merasakan guncangan gempa sebesar 9,1 hingga 9,3 SR yang berpusat di 20-25 km barat Daya Sumatera.

Tak berapa lama, warga di pesisir pantai juga melihat air laut menjadi surut dan garis pantai mundur hingga ratusan meter.

Namun tak sampai beberapa menit datang gelombang besar dengan tinggi hingga 30 meter yang menyapu pantai barat Sumatera dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Gelombang tsunami ini menyapu daratan dengan kecepatan mencapai 800 km per jam.
Hanya dalam waktu tujuh menit, kota-kota di pesisir barat Aceh, termasuk Banda Aceh menjadi lautan mayat dan puing-puing bangunan.

Museum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Museum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh.

Kuatnya gelombang tsunami juga membuat Kapal PLTD Apung terseret hingga 5 kilometer dari kawasan perairan ke tengah daratan.

Dilaporkan sekitar 132.000 jiwa dinyatakan meninggal dan 37.000 jiwa dinyatakan hilang.
Pada tanggal 27 Desember 2004, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kirim 6 Kilogram Ganja Lewat Kantor Pos, 2 Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Kirim 6 Kilogram Ganja Lewat Kantor Pos, 2 Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Medan
Pria di Sumut Tewas Dianiaya Sesama Pasien dan Pekerja Tempat Rehabilitasi Narkoba

Pria di Sumut Tewas Dianiaya Sesama Pasien dan Pekerja Tempat Rehabilitasi Narkoba

Medan
Kapolda Sumut Ungkap Aliran “Uang Panas” dari Istri Bandar Narkoba ke Oknum Polisi di Polrestabes Medan

Kapolda Sumut Ungkap Aliran “Uang Panas” dari Istri Bandar Narkoba ke Oknum Polisi di Polrestabes Medan

Medan
Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan, Dokter TGA: Maaf, Saya Silap

Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan, Dokter TGA: Maaf, Saya Silap

Medan
Arti Sapaan Horas Khas Suku Batak dan Falsafahnya

Arti Sapaan Horas Khas Suku Batak dan Falsafahnya

Medan
Dicecar Pertanyaan soal Suap Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Sempat Bikin Emosi Kabid Propam, Ini Ceritanya

Dicecar Pertanyaan soal Suap Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Sempat Bikin Emosi Kabid Propam, Ini Ceritanya

Medan
Kompol Oloan Tertunduk Sambil Menahan Tangis Sebelum Mengaku Terima Uang dari Istri Bandar Narkoba

Kompol Oloan Tertunduk Sambil Menahan Tangis Sebelum Mengaku Terima Uang dari Istri Bandar Narkoba

Medan
Duduk Perkara Suap Rp 300 Juta Istri Bandara Narkoba hingga Sejumlah Perwira Polrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Suap Rp 300 Juta Istri Bandara Narkoba hingga Sejumlah Perwira Polrestabes Medan Dicopot

Medan
7 Hal Penting di Balik Dugaan Kapolrestabes Medan Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

7 Hal Penting di Balik Dugaan Kapolrestabes Medan Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Medan
Tari Tortor: Sejarah, Asal Daerah, Gerakan, dan Fungsi

Tari Tortor: Sejarah, Asal Daerah, Gerakan, dan Fungsi

Medan
Beri Keterangan Berubah-ubah Saat Ditanya Kapolda Soal Uang Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Nyaris Dipukul Kabid Propam

Beri Keterangan Berubah-ubah Saat Ditanya Kapolda Soal Uang Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Nyaris Dipukul Kabid Propam

Medan
3 Pelanggaran Sejumlah Anggota Polrestabes Medan, dari Suap Rp 300 Juta hingga Penggelapan Uang Rp 600 Juta

3 Pelanggaran Sejumlah Anggota Polrestabes Medan, dari Suap Rp 300 Juta hingga Penggelapan Uang Rp 600 Juta

Medan
Kapolrestabes Medan Dicopot Bukan karena Terima Suap Istri Bandar Narkoba, Ini Alasan Sebenarnya

Kapolrestabes Medan Dicopot Bukan karena Terima Suap Istri Bandar Narkoba, Ini Alasan Sebenarnya

Medan
Heboh Nakes Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD Medan, Bermula Video Viral hingga Dokter Minta Maaf

Heboh Nakes Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD Medan, Bermula Video Viral hingga Dokter Minta Maaf

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Januari 2022: Siang hingga Malam Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Januari 2022: Siang hingga Malam Diguyur Hujan

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.