Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Warga Binjai dan Langkat Masih Terjebak di Chernihif Ukraina, Sempat Sembunyi di Bungker Pabrik

Kompas.com - 08/03/2022, 11:51 WIB
Dewantoro,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

"Makanya kami punya inisiatif untuk pindah ke pabrik yang berada di lantai bawah karena di sini sepi tidak ada yang lewat," katanya.

Hanya saja, sejak empat hari belakangan, dia melihat ada beberapa tentara yang datang dan seperti hendak membuat tempat istirahat. Dari sebelumnya lokasi pabrik sepi, kini semakin riuh.

Kontak senjata juga semakin sering terdengar. Tak hanya sekali dia mendengar suara ledakan dan dia menduga jaraknya tidak jauh dari pabrik tempatnya bekerja sejak 2018.

"Alhamdulillah di sini stok makanan cukup sampai saat ini. Kontak senjata juga dekat di sini. Banyak tentara yang melakukan kontak senjata dekat di sini. Untuk saat ini semuanya masih baik tapi kita tidak berani untuk keluar. Bos selalu menyuplai makanan. Mereka (tentara) tidak berani masuk ke sini. Kami juga tak berani mendekat mereka, kami takut pihak Rusia memantau aktivitas komunikasi tentara Ukraina. Kalau dekat, kami takut kena imbasnya," katanya.

Dijelaskannya, saat ini dia bersama dengan 8 WNI lainnya berada di pabrik. Dia pun enggan untuk pergi keluar karena saat ini sedang musim dingin.

"Sekarang ini suhu udara di luar antara minus 1 derajat sampai minus 5 (derajat Celcius). Dingin sekali," katanya.

Sementara itu, istri Iskandar mengatakan, dia berharap agar suaminya cepat dievakuasi dari wilayah tersebut ke tempat yang lebih aman dan pulang ke rumah.

"Saya setiap video call saya lihat lokasi tidak aman sekali. Saya berharap sekali mereka untuk dievakuasi. Saya berharap sama Allah selalu berdoa sama Allah semoga mereka dilindungi. Tadi malam saya video call masih terdengar suara bom bahkan saat ini keadaan di sana dingin karena musim salju, saya suruh pakai selimut. Suami saya bilang minta tolong segera di evakuasi," katanya.

Sementara itu, mantan Dubes RI untuk Ukraina, Prof. Yuddy Chrisnandi mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar bahwa ada sembilan WNI yang berada di pabrik plastik Chernihif.

Sebenarnya, jarak lokasi pabrik ke Ibu Kota Kiev tidak terlalu jauh, bisa ditempuh jalur darat hanya dua jam. Namun, jalur itu merupakan jalur masuknya oleh pasukan Rusia dari arah utara Belarusia.

"Posisi Chernihiv berada di tengah-tengah antara Ibu Kota Kiev dan perbatasan utara Belarusia. Rekan-rekan dari Kedubes Moskow sedang mengupayakan jalur evakuasi kemanusiaan dari Chernihiv ke Belarusia dan akan dibawa ke daerah aman di Rusia untuk dibawa pulang ke Indonesia," katanya.

Namun, untuk melawati jalur itu memerlukan waktu karena di luar pabrik situasi jauh lebih berbahaya daripada di dalam pabrik.

Baca juga: Tangis Ibu yang Anaknya Terjebak di Ukraina: Lagi Video Call, Dia Teriak Ada Bom Meledak, Kami Sedih

Karena pabrik tersebut bukan instalasi militer dan bukan merupakan objek serangan pertempuran sehingga relatif lebih aman.

Tiga hari sebelumnya, Kedubes RI sudah melakukan berkoordinasi dengan staf yang ada di Kyiv untuk menarik dan menjemput dari Chernihiv ke Kyiv untuk di tempat kan di shelter atau tempat aman di kedutaan yang ada di Kiev.

"Namun, jalur itu tidak diizinkan oleh Pemerintah Ukraina karena diberlakukan darurat militer dan jam malam sehingga tidak bisa dilewati karena dikhawatirkan akan terjadi medan pertempuran dan terjebak di dalamnya. Namun, Pemerintah Indonesia (akan) dengan segera menjemput mereka. Semua yang kita hubungi secepat mungkin menjemput mereka agar bisa keluar. Saya yakin mereka pulang dengan selamat," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bobby 2 Kali Tak Tepati Janji Tutup Medan Zoo, Kali Ketiga Akankah Dipenuhi?

Bobby 2 Kali Tak Tepati Janji Tutup Medan Zoo, Kali Ketiga Akankah Dipenuhi?

Medan
Jokowi Lebaran di Medan demi Menantu Maju Pilgub, Apa Kata Bobby?

Jokowi Lebaran di Medan demi Menantu Maju Pilgub, Apa Kata Bobby?

Medan
Meski Tak Didukung, Bobby Akan Ambil Formulir Pilkada Sumut dari PDI-P

Meski Tak Didukung, Bobby Akan Ambil Formulir Pilkada Sumut dari PDI-P

Medan
Usai Ditangkap, Anggota Polrestabes Medan Pemilik Ribuan Pil Ekstasi Meninggal

Usai Ditangkap, Anggota Polrestabes Medan Pemilik Ribuan Pil Ekstasi Meninggal

Medan
Kronologi WN Perancis Dirampok di Karo Sumut, Korban Dipukul dan Dibuang Saat Berwisata

Kronologi WN Perancis Dirampok di Karo Sumut, Korban Dipukul dan Dibuang Saat Berwisata

Medan
Penutupan Ditunda karena Diprediksi Ramai saat Lebaran, Nyatanya Pengunjung Medan Zoo Sedikit

Penutupan Ditunda karena Diprediksi Ramai saat Lebaran, Nyatanya Pengunjung Medan Zoo Sedikit

Medan
Puncak Arus Balik di Terminal Amplas Medan Kemarin dan Hari Ini

Puncak Arus Balik di Terminal Amplas Medan Kemarin dan Hari Ini

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Medan
Wisatawan Perancis Dirampok di Sipiso-piso, Korban Dibuang ke Sungai

Wisatawan Perancis Dirampok di Sipiso-piso, Korban Dibuang ke Sungai

Medan
Jokowi Kunjungi Berastagi, Beli Buah dan bagi-bagi Kaus Oblong

Jokowi Kunjungi Berastagi, Beli Buah dan bagi-bagi Kaus Oblong

Medan
Puncak Arus Balik di Bandara Kualanamu Diprediksi Besok

Puncak Arus Balik di Bandara Kualanamu Diprediksi Besok

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Medan
Ditinggal Penghuni, 3 Rumah Warga di Simalungun Ludes Terbakar

Ditinggal Penghuni, 3 Rumah Warga di Simalungun Ludes Terbakar

Medan
Viral, Video Ayah di Medan Bekap Anak Balitanya Pakai Bantal Gara-gara Dimarahi Istri

Viral, Video Ayah di Medan Bekap Anak Balitanya Pakai Bantal Gara-gara Dimarahi Istri

Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com