Biografi Jamin Gintings, Sosok Pahlawan Nasional dari Tanah Karo

Kompas.com - 29/06/2022, 21:35 WIB

KOMPAS.com - Letjen TNI (Purn) Jamin Gintings adalah seorang pahlawan nasional yang berasal dari Tanah Karo, Sumatera Utara.

Jamin Gintings dikenal sebagai sosok pejuang yang berperan besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Jamin Gintings: Masa Muda dan Perjuangannya

Dalam sejarahnya, Tanah Karo merupakan kawasan tempat Jamin Gintings berjuang pada masa revolusi tahun 1945.

Baca juga: Pemkab Agam Usulkan Pemimpin Perang Kamang Jadi Pahlawan Nasional

Biografi Jamin Gintings

Jamin Gintings lahir pada 12 Januari 1921 di Kampung Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Baca juga: Mengenal 5 Pahlawan Nasional dari TNI AL, RE Martadinata, hingga Hantu Selat Malaka

Nama lengkapnya adalah Jamin Ginting Suka, yang kemudian kerap disingkat menjadi Jamin Gintings dan ada juga yang menulis Jamin Ginting atau Djamin Gintings.

Ayah Jamin Gintings bernama Lantak Ginting Suka, sedangkan ibunya bernama Tindang Br Tarigan.

Jamin Gintings memiliki istri bernama Likas Tarigan, dan dikaruniai lima orang anak yang bernama Riemenda Jamin Gintings, Riahna Jamin Gintings, Sertamin Jamin Gintings, Serianna Jamin Gintings, serta Enderia Pengarapen Jamin Gintings.

Jamin Gintings memiliki tekad yang kuat, terutama dalam hal pendidikan. Ia mengenyam pendidikan dasar di Kabanjahe, dan kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Medan.

Namun Jamin Gintings tidak dapat menyelesaikan sekolahnya karena saat itu Jepang telah berkuasa di Indonesia mengalahkan Belanda pada tahun 1942.

Perjuangan Jamin Gintings

Setelah putus dari pendidikan menengahnya, ia sempat bekerja sebagai kerani di sebuah kantor dagang Jepang di Kesawan, Medan.

Namun akibat tekanan Jepang pada orang Karo setelah terjadi peristiwa Aron, ia kemudian pindah ke Kabanjahe dan bekerja dengan menjual air tebu Berastagi.

Pada akhir tahun 1943, Jamin Gintings mendaftar untuk mengikuti pendidikan calon perwira Gyugun di Siborong-Borong.

Jamin GintingsIKPNI Jamin Gintings

Ia kemudian mengikuti pelatihan militer selama tiga bulan sampai ia menjadi perwira Gyugun dengan pangkat Letnan.

Setelah kekalahan Jepang, ia bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kabanjahe yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia.

Pasukan BKR yang ia pimpin kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) mengikuti kebijakan pemerintah pusat pada 5 Oktober 1945.

Pasukan yang dipimpin Jamin Gintings sempat melucuti senjata pasukan Jepang di Tiga Panah dan terlibat kontak senjata dengan pasukan Inggris yang mencoba masuk melalui Brastagi.

Meski sempat tersedak, dibantu dengan Pasukan Tama Ginting pasukan Inggris pun dapat dipukul mundur.

Jamin Gintings terlibat dengan banyak perang saat menjadi Komandan Resimen I Divisi X di Tanah Karo, Langkat, Deli Serdang dan Aceh Tengah.

Di wilayah yang kerap terjadi kontak senjata antara pasukannya dengan pasukan Belanda, Jamin Gintings pernah terlibat pertempuran Titi Bambu dan pertempuran Mardinding.

Pertempuran Titi Bambu berlangsung pada 21 Agustus 1947 ketika pasukan Kompi Markas Resimen I yang hendak menyeberang Sungai Wampu dibantai oleh tentara Belanda.

Sedangkan pertempuran yang terjadi di Bukit Mardinding terjadi pada 28 Desember 1948 ketika pasukan Batalion XV menyerang basis Belanda dengan taktik gerilya.

Tujuh orang pasukannya gugur, termasuk komandan Kompi Seksi II Letnan Kadir Saragih.

Atas prakarsa Jamin Gintings, untuk mengenang pertempuran berdarah itu nama Bukit Mardinding kemudian diganti menjadi Bukit Kadir.

Kemudian saat gerakan PRRI menyatakan perlawanan, Divisi Bukit Barisan tengah dipimpin oleh Kolonel Maludin Simbolon sedangkan Jamin Gintings menjadi kepala stafnya.

Pemerintah pusat kemudian mendaulat Jamin Gintings sebagai panglima menggantikan Simbolon yang terpaksa mengundurkan diri ke Tapanuli, kawasan basis Batak Toba.

Jabatan panglima disandangnya sejak 27 Desember 1956 hingga 4 Januari 1961.

Meski bertugas di daerah, namun Jamin Gintings termasuk panglima yang menonjol dan membawa karirnya melaju ke ibu kota.

Pada 1962, Menteri Panglima AD, Letjen Ahmad Yani menariknya ke Jakarta untuk mengisi pos asisten II bidang operasi dan latihan.

Jamin Gintings merupakan satu dari dua orang yang dekat dengan Nasution selain Sokowati yang kemudian dipilih oleh Ahmad Yani menjadi asistennya.

Dipilihnya Jamin Gintings terutama karena loyalitasnya terhadap Presiden Soekarno.

Memasuki era Orde Baru, posisi Jamin Gintings di Staf Umum AD digantikan oleh Soemitro.

Sementara karirnya di bidang politik mencatat posisinya sebagai anggota DPR dari Golongan Karya (Golkar) pada 1971-1976.

Kemudian pada 22 Maret 1972, pemerintah menunjuk Jamin Gintings sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia di Kanada dengan pangkat letnan jenderal.

Jabatan ini juga menjadi jabatan nonmiliter pertama yang diemban Jamin Gintings setelah 30 berkecimpung di dunia militer.

Penghargaan untuk Jamin Gintings

Pada saat menjabat sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia di Kanada, Jamin Gintings terkena serangan darah tinggi.

Jamin Gintings meninggal di Ottawa dalam usianya yang ke 53 tahun pada 24 Oktober 1974.

Jenazah Jamin Gintings kemudian dipulangkan ke tanah air dan dimakamkan di TMP Utama Kalibata, Jakarta Selatan

Tiga hari setelah pemakamannya yaitu pada 28 Oktober 1974, Presiden Soeharto menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputra Utama atas semua jasa-jasanya kepada negara.

Museum Letnan Jenderal Jamin Gintings pun dibangun di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada tahun 2011 dan diresmikan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro pada 17 September 2013.

Museum Letnan Jendral Jamin Ginting di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.disbudpar.sumutprov.go.id Museum Letnan Jendral Jamin Ginting di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan yang membentang dari Padang Bulan, Medan sampai Kabanjahe, Tanah Karo sepanjang 80 kilometer.

Kemudian oleh Presiden Joko Widodo, Jamin Gintings dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional pada 7 November 2014.

Kemudian pada 28 Juni 2022, Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga meresmikan Patung Letjen Jamin Gintings, di titik KM nol Jalan Jamin Gintings, Kota Medan.

Sumber:
repositori.kemdikbud.go.id
www.tribunnewswiki.com
medan.tribunnews.com
www.kompas.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencandu Narkoba di Sumut 10 Persen dari Populasi, Hanya dalam 4 Bulan Sabu Senilai Rp 253 M Diamankan

Pencandu Narkoba di Sumut 10 Persen dari Populasi, Hanya dalam 4 Bulan Sabu Senilai Rp 253 M Diamankan

Medan
Dituding Edy Rahmayadi Tak Dukung Pembangunan, Golkar: Kami Diajarkan Sopan Santun, Tahu Diri jika Diusung...

Dituding Edy Rahmayadi Tak Dukung Pembangunan, Golkar: Kami Diajarkan Sopan Santun, Tahu Diri jika Diusung...

Medan
Gempa M 5,5 di Nias Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 di Nias Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Medan
Tolong Keponakan yang Terseret Arus Sungai Kasindir Simalungun, Paman Ikut Terbawa Arus

Tolong Keponakan yang Terseret Arus Sungai Kasindir Simalungun, Paman Ikut Terbawa Arus

Medan
Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.