Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Gubernur Edy: Jangan Menghukum Kalau Belum Pasti

Kompas.com - 19/01/2022, 17:21 WIB
Kontributor Medan, Daniel Pekuwali,
Khairina

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) di salah satu kafe di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Selain terbit, KPK juga dikabarkan menangkap beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Langkat, salah satunya Kepala Dinas PU, melalui OTT pada Selasa malam kemarin.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi angkat bicara soal OTT KPK itu.

Baca juga: OTT Tim KPK di Langkat, Ini Komentar Polda Sumut

 

Dia mengatakan, sampai saat ini, belum mendapat informasi lengkap terkait operasi KPK itu.

"Saya sudah dapat informasi. Tapi saya belum tahu apa persoalannya," kata Edy di rumah dinasnya di Medan, Rabu (19/1/2022).

Edy juga tidak bisa memastikan, apakah yang terjaring OTT itu termasuk Terbit atau tidak. Dia hanya mendapat informasi bahwa ada pejabat di Langkat yang terjaring.

"Saya belum dapat pastinya. Tapi ada beberapa, Kepala Dinas PU dan stafnya saat ini dibawa oleh KPK," ungkapnya.

Dia pun belum sempat mengonfirmasi langsung kepada jajarannya di Langkat untuk mencari tahu detail masalah di sana.

Namun, Edy meminta siapa saja untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Dia meminta semua pihak untuk menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang, terutama KPK.

"Untuk itu, semua harus bisa. Jangan dulu kita menghukum kalau belum pasti. Kita tunggu dulu apa kepastiannya," tegas mantan Pangkostrad ini.

Baca juga: Usai OTT, KPK Geledah Rumah Bupati Langkat

Dia juga menegaskan, akan tetap membela anak buahnya jika mereka terbukti benar.

"Yang pastinya saya akan bela anak-anak saya. Kalau itu memang anak-anak saya benar," kata Edy.

Bupati Terbit Rencana sendiri saat ini dikabarkan masih menjalani pemeriksaan oleh KPK. Begitu juga dengan pejabat lainnya.

Edy menegaskan, siapa pun pihak yang ditangkap itu, harus mampu bertanggung jawab.

Apalagi, masalah seperti ini selalu diperingatkan dia berulang kali.

"Biar dipertanggungjawabkan dulu. Saya akan beri dukungan dan saya akan mendoakan. Karena hal ini sudah berkali saya sampaikan. Nanti setelah tahu saya akan beritahu," jelas Edy.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com