Viral, Video Preman di Deli Serdang Memalak dan Marahi Penjual Martabak, Polisi Tangkap Pelaku

Kompas.com - 12/02/2022, 13:37 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berkumis memalak dan memarahi pedagang martabak, viral di media sosial.

Pria tersebut tampak menunjuk-nunjuk pedagang tersebut. Dia juga melontarkan kata-kata tidak sopan.

Dalam video tertulis keterangan bahwa pria tersebut seorang preman dan datang untuk memalak penjual martabak. Uang hasil memalak dia dia gunakan untuk membeli tuak. 

Baca juga: Polisi Bongkar 2 Kuburan Diduga Korban Penganiayaan di Kerangkeng Milik Bupati Langkat 

Palak penjual martabak di Deli Serdang

Salah satu akun yang mengunggah video pendek itu adalah @medanheadlines.news.

Video itu sudah tayang ribuan kali dengan ratusan komentar.

Di video pendek itu, pria tersebut terlihat sedang memaksa orang yang dipalaknya untuk datang kepadanya.

Sedangkan di akun @medanku, tertulis pria itu meminta uang Rp 50.000 kepada karyawan penjual martabak.

Baca juga: Pria Paruh Baya di Deli Serdang Cabuli Adik Menantunya, Korban Dibujuk Dibelikan Paket Internet

Kanit Reskrim Polsek Pacur Batu, AKP Amir Sitepu ketika dikonfirmasi pada Sabtu (12/2/2022) siang mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Besar Tanjung Anom Dusun I, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Kamis (10/2/2022).

"Korban pemalakan adalah seorang penjual martabak. Pelaku meminta uang sebesar Rp 20.000," ujar dia.

Baca juga: Kerangka Manusia yang Ditemukan di Deli Serdang Masih Diselidiki

 

IlustrasiFREEPIK.com Ilustrasi
Pelaku ditangkap

Amir mengungkapkan, dari video virak itu, pihaknya bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku.

Pelaku akhirnya ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian.

Pria berinisial CA tersebut, ditangkap pada Jumat (11/2/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Duduk Perkara Ricuh Petani dan TNI soal Tanah di Deli Serdang

Setelah diamankan, pihaknya menginterogasi CA.

Pelaku mengaku memalak penjual martabak. Uang hasil pemalakan tersebut akan digunakan untuk membeli tuak.

"Iya, pelaku mengakui perbuatannya. Uang (hasil pemalakan) diakuinya untuk membeli minuman tuak," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Medan
Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Medan
Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.