Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Balik Pelemparan Batu ke Minibus Sartika yang Tewaskan Pemudik, Pelaku Sakit Hati Dipecat Jadi Sopir

Kompas.com - 10/05/2022, 11:15 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Alwi, seorang penumpang minibus PT Sartika tewas terkena lemparan batu pada Jumat (29/4/2022).

Saat kejadian, bus tersebut melintas di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara dari Tanjung Tiram menuju Medan.

Alwi adalah warga Desa Indra Yaman, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Ia berencana lebaran di keluarga kakaknya di Aceh.

Di tengah perjalanan, datang pengendara motor yang langsung melemparkan batu ke arah mobil.

Baca juga: Mengaku Sakit Hati Dipecat, Pelaku Pelemparan Batu Bus PT Sartika yang Tewaskan Pemudik Ditangkap

Batu koral tersebut memecah kaca bagian depan dan mengenak kepala korban yang duduk di sebelah korban. Alwi sempat koma dan dilarikan ke RS di Medan untuk mendapatkan perawatan.

Sayangnya nyawa Alwi tak dapat terholong. Ia menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan pada Kamis (5/5/2022).

Dari penyelidikan, polisi berhasil menangkap dua pelaku yakni Erikson Sianiapar (37), otak pelaku dan Bonar Sinaga (28), sebagai eksekutor.

Erikson tercatat sebagai warga Desa Indrayaman, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Sementara BFS warga Dusun I Tanjung Sari, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara.

Baca juga: 2 Pelempar Batu ke Minibus Sartika yang Tewaskan Pemudik Ditangkap Polisi, Motifnya Sakit Hati

Sakit hati karena dipecat jadi sopir

Otak pelaku pelemparan tersebut adalah Erikson Sianipar. Ia mengaku melakukan hal tersebut karena sakit hati dipecat sebagai sopir oleh pemilik minibus yang ia lempar.

Selain itua ada uang sekitar Rp 4 juta yang belum dibayar oleh mantan bosnya.

Atas dasar sakit hati tersebut, ia memerintahkan Bonar melempar batu ke arah minibus yang membawa para pemudik.

Ekeskutor pelemparan, Bonar Sinaga mengaku telah menyiapkan batu yang akan dilemparkan ke atah minibus.

Baca juga: Minibus di Jalan Lintas Sumatera Dilempari Batu, Seorang Pemudik Tewas dengan Luka di Kepala

Ia kemudian mengendarai motar dan meletakkan batu di tengah motonya. Setelah melihat bus, ia pun langsung melempar batu ke arah kaca depan minibus.

Batu tersebut kemudian mengenai Alwi dan menyebabkan pemudik itu meninggal dunia.

Bonar mengaku disuruh oleh Erikson Sianipar dan dibayar Rp 300.000. Lalu erikson menambah upah menjadi Rp 3 juta agar eksekutor melarikan diri.

Erikcon kemudian ditangkap di Kabupaten Batubara, sementara Bonar ditangkap dalam pelariannya menuju Kota Siantar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan jika salah satu pelaku sakit hati karena dipecat jadi sopir.

Baca juga: Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Massa yang Hendak Berunjuk Rasa Tolak DOB di Timika

Pelaku kemudian merencanakan untuk melempar batu.

"Kemudian, motif dari tindakan tersebut karena sakit hati karena eksekutor tersebut adalah salah satu sopir dari angkutan umum itu, kemudian dipecat, merasa sakit hati, sehingga melakukan aksi pada tanggal 29 April yang sebelumnya sudah direncanakan terlebih dahulu," kata dia, Senin (9/5/2022).

Akibat perbuatannya, pelaku pun terancam kurungan 15 tahun penjara.

"Pasal yang disangkakan kepada dua tersangka pasal 355 ayat 2 subsider pasal 33 ayat 3 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP pidana ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun," ungkap dia.

SUMBER: Tribun Medan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bobby Nasution Tak Masalah Ahok Jadi Lawan di Pilkada Sumut

Bobby Nasution Tak Masalah Ahok Jadi Lawan di Pilkada Sumut

Medan
Keinginan Naffa Kuliah di USU Kembali Terbuka, Biaya UKT Bakal Disesuaikan

Keinginan Naffa Kuliah di USU Kembali Terbuka, Biaya UKT Bakal Disesuaikan

Medan
Kronologi 2 Pemuda di Pematangsiantar Tewas Usai Coba Kabur dari Begal

Kronologi 2 Pemuda di Pematangsiantar Tewas Usai Coba Kabur dari Begal

Medan
Sembako yang Dicuri dari Rumah Dinas Bobby Seharusnya Dibagikan ke Masyarakat

Sembako yang Dicuri dari Rumah Dinas Bobby Seharusnya Dibagikan ke Masyarakat

Medan
3 Terduga Pencuri di Rumah Dinas Bobby Dibebaskan dari Tahanan

3 Terduga Pencuri di Rumah Dinas Bobby Dibebaskan dari Tahanan

Medan
2 Calon Haji Asal Pulau Jawa Dirawat di Sumatera Utara

2 Calon Haji Asal Pulau Jawa Dirawat di Sumatera Utara

Medan
Kronologi Pencurian Sembako di Rumah Dinas Bobby Nasution

Kronologi Pencurian Sembako di Rumah Dinas Bobby Nasution

Medan
Jawaban USU soal Mahasiswa Mengundurkan Diri karena UKT Mahal

Jawaban USU soal Mahasiswa Mengundurkan Diri karena UKT Mahal

Medan
3 Pencuri Sembako di Rumah Dinas Bobby Nasution Ditangkap, Pelaku Juru Masak dan Satpol PP

3 Pencuri Sembako di Rumah Dinas Bobby Nasution Ditangkap, Pelaku Juru Masak dan Satpol PP

Medan
Jasad 2 Remaja Korban Begal Ditemukan di Sungai Pematangsiantar

Jasad 2 Remaja Korban Begal Ditemukan di Sungai Pematangsiantar

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Medan
Fakta di Balik Video Virall Uang Miliaran Diduga Hilang di Rumdin Bobby Nasution

Fakta di Balik Video Virall Uang Miliaran Diduga Hilang di Rumdin Bobby Nasution

Medan
Hendak Bersihkan Ruang Kelas, Pelajar SMP di OKU Tenggelam di Sungai Ogan

Hendak Bersihkan Ruang Kelas, Pelajar SMP di OKU Tenggelam di Sungai Ogan

Medan
Berjemur di Pinggir Rel, Pria di Tebing Tinggi Tewas Ditabrak Kereta Api

Berjemur di Pinggir Rel, Pria di Tebing Tinggi Tewas Ditabrak Kereta Api

Medan
Ramai soal Uang Miliaran di Rumah Dinas Bobby Nasution Diduga Hilang, Polisi: Hanya Sembako

Ramai soal Uang Miliaran di Rumah Dinas Bobby Nasution Diduga Hilang, Polisi: Hanya Sembako

Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com